Hasbiallah Wa Ni’mal Wakil

Yang artinya : “Cukuplah Allah bagiku dan Dia adalah sebaik-baiknya pelindung”.

Aku memilki pengalaman luar biasa dengan kalimat ini.

Kejadiannya sudah lama, yaitu ketika aku masih kuliah. Pada waktu itu di lab kampus, dimana aku menjadi asisten lab merasa betah berlama-lama di dalam lab karena lab ku memiliki fasilitas internet. Saat itu aku sedang mencari materi untuk makalah tugas kuliah. Aku begitu keasyikan sampai ketika seorang office boy menegurku, “Mba, masih lama ngga? Saya udah mau pulang nih”. Aku baru sadar bahwa jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Aku meminta dia menunggu kira-kira 15 menit lagi. Setelah selesai aku mematikan lampu dan keluar menginci pintu lab. Labku berada di lantai 4. Tidak ada tanda-tanda ada manusia lain selain diriku. Aku mencari OB itu, mas Darwis namanya, untuk mengembalikan kunci lab. Rungan OB dilantai 4 sudah terkunci rapat. Aku memanggil-manggil namanya berharap mungkin dia sedang membersihkan salah satu ruangan di lantai itu. Namun sepertinya tidak ada.
Kemudian aku turun melalui lift ke pantry yang berada di belakang gedung. OB yang lain mengatakan bahwa dia belum turun. Aku berbalik lagi ke gedung dimana lab ku berada. Sebelum naik aku menunggu sebentar di bawah, siapa tahu aku bertemu dirinya. Aku menanyakan keberadaan mas Darwis pada seorang OB yang sedang mengepel lobby gedung. Ia mengatakan belum melihat mas Darwis.
Aku naik lagi ke lantai 4, berharap bertemu dia disana. Mungkin kami berselisih jalan, saya mencari dia, dan dia mencari saya. Aku menuju ruangan OB lantai 4 berharap dia sedang menungguku disana. Tapi hasilnya tidak ada. Aku memutuskan untuk turun ke lantai 3 lewat tangga dan menyusuri setiap ruangan disana. Tak tampak mas Darwis. Lalu aku turun lagi ke lantai 2 dan turun lobby. Lelaki itu kemana?
Aku menuju pantry lagi. OB yang tadi aku temui menyarankan aku untuk menunggu sebentar. Aku ingin menyerahkan langsung kunci itu ke mas Darwis. Hampir 15 menit aku menunggu tapi dia tak muncul juga. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke lantai 4. Sampai di lantai 4, aku menuju ruang OB, dan menungu di depan pintu. Tak kudengar jejak langkah yang terdengar nafasku yang ngos-ngosan. Aku sudah hopeless. Tak tahu lagi harus berbuat apa dan tidak ada seorangpun yang bisa aku minta pertolongannya. Jam tanganku menunjukan hampir pukul 8 malam.
Ya Allah, tolong hamba. Lalu dengan penuh kepasrahan aku mengucapkan hasbiallah wa ni’mal wakil. Allahu Akbar, tidak lebih dari 5 detik kulihat mas Darwis dari kejauhan berlari-lari kecil menemuiku. Aku terpana. Benar aku telah menyaksikan kebesar Allah, Sang Pemilik Segala Kejadian di Jagat Raya ini.

~ by aftiabdullah on August 18, 2009.

3 Responses to “Hasbiallah Wa Ni’mal Wakil”

  1. are u serius??merinding ku bace e..Alhamdulillah krn Allah bnr telah mnunjukkan kebesar-Nya.ALLAHU AKBAR..

  2. Allah SWT memang Maha Mendengar….

  3. سبحان الله,saya jg sedang dzikir itu………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: